GBKP, AYO BERBENAH “AYO”

Tualang, 17 Januari 2008

Syaloom,

Berawal dari perjalanan panjang mudik pada saat Tahun Baru(an) ke Kuta Kemuihen, Tanah Karo, kami juga mengamati dan mengambil beberpa hal positif seputar perkembangan GBKP di beberapa tempat yang sudah kami kunjungi antara lain: GBKP Runggun Tanjung Morawa Kiri (Klasis Lubuk Pakam), GBKP Runggun Doulu (Klasis Berastagi), GBKP Runggun Peceren (Klasis Berastagi), dan GBKP Runggun Guru Benua  (Klasis Kabanjahe) – untuk semua tempat tersebut kami sempat mengikuti kebaktian kecuali di Guru Benua, hanya sempat lewat dan melihat dari luar saja. Untuk perkembangan GBKP sendiri, sejauh yang kami telah saksikan, cukup banyak warga GBKP yang sudah menuangkan buah fikiranya baik melaui Warta GBKP Maranatha (WGM) maupun di beberapa Mailing List (Milist) GBKP, maupun lewat blog atau portal di iternet seperti: gbkp.or.id, gbkpjakartapusat.org, permatagbkp.com, gbkp-perawang.blogspot.com, gbkpinfo.to.md, dan lain-lain, yang kami yakin semua ini untuk kebaikan GBKP ke depan.

infogbkp-wp-header3d4-77

Kami mengamati dan mencatat beberapa pengalaman dari kunjungan ke Gereja kita tersebut dengan harapan dapat menjadi masukan dan perkembangan positif antara lain:
1.    Secara umum, bangunan fisik GBKP di merata tempat sudah cukup bahkan sangat baik untuk tempat beribadah, konstruksi bangunan, instalasi listrik, sound system, dan sebagainya, tapi yang perlu mendapat perhatian cukup serius adalah maintenance atau perawatan semua fasilitas tersebut. Satu sisi kami melihat, cukup banyak pakar di bidang civil (bangunan), engineer (teknisi), yang merupakan anggota GBKP sendiri, dengan memberdayakan SDM (Sumber Daya manusia) tersebut, tentunya dapat memberikan kontribusi kesaksian (Marturia) dalam pertumbuhan GBKP tersebut.

2.    Melangkah lebih dalam, melihat interior (ruangan bagian dalam) bangunan GBKP, dimana kita dapat menyaksikan dan mungkin sering menjadi pelaku secara langsung, secara sadar atau tidak sadar, suasana pada saat Kebaktian atau pertemuan di dalam Gedung Gereja, kita “ciptakan” untuk tidak mendukung kelancaran kegiatan itu sendiri, sebagai contoh: pada saat Kebaktian berlangsung, suara dari sound system belum terdengar dengan jelas baik dari mimbar Pelayan Firman, maupun dari mimar Momo, Song Leader dan Organis, bahkan kondisi ini berlangsung sampai Kebaktian selesai. Contoh lainnya seperti sesekali kita melihat sikap dalam mengikuti Kebaktian dengan tertidur, posisi duduk yang kurang “sopan”, dan lainnya yang mungkin tidak kita sadari semua itu dapat mempengaruhi suasana Kebaktian kita, dan tentuya masih banyak contoh yang sama atau yang berbeda di daerah kita masing-masing.

Solusi yang kami tawarkan..!

Perbaikan-perbaikan yang menurut kami dapat kita lakukan, beberapa diantaranya adalah:
1.    Semua pihak turut membantu secara moril (motivasi dan doa) dan materil.
2.    Contoh konkrit (nyata) di bidang Pelayanan Firman, sedapat mungkin Menggunakan Sound System untuk Mimbar dengan posisi Microphone yang tepat untuk jangkauan suara Pelayan Firman sehingga suara dapat terdengar dengan jelas, mungkin ini salah satu penyebab jemaat ada yang sampai tertidur karena suaranya yang kurang jelas seperti dihembuskan oleh angin sepoi-sepoi.
3.    Di bidang Pujian yang di pimpin Organis dan Song Leader. Tidak diragukan lagi, kedua atau salah satu dari komponen ini cukup berpengaruh dalam prosesi Kebaktian, contoh yang telah kami lihat sendiri, Organis dan Song Leader duduk berdampingan, tetapi hanya Organ yang jelas terdengar karena di hubungkan dengan Sound System sedangkan Song Leader sendiri tidak “diberi” Microphone.
Di tempat lainnya, pujian lagu-lagu pada saat kebaktian hanya dibacakan text saja dan memberi aba-
aba mulai menyanyi, sebaiknya, di awali dengan pembacaan text beberapa bait, setelah itu
menyanyikannya, dan memberi aba-aba untuk menyanyikannya secara bersama-sama.
Pada saat mengikuti kursus Song Leader se Klasis beberapa waktu yang lalu, diberitahukan bahwa
banyak cara untuk membawa lagu pujian denga lebih baik, mungkin dengan Organ dan Song Leader
(1 atau 2 orang) atau dengan hanya Song Leader saja, bahkan tanpa keduanya – dalam hal ini
Pelayan Firman sekaligus sebagai Song Leader. Alat musik yang dapat digunakan pun banyak, tidak
harus Organ atau Keyboard saja, bisa juga  dengan Gitar dan lainnya.

4.    Perlu juga mempersiapkan beberapa orang yang menyambut jemaat di pintu masuk Gereja, dan cukup baik juga jika ada tamu yang datang, dapat diarahkan ke tempat duduknya, begitu juga pada saat persikapen di ruang persikapen, alangkah baiknya mengundang tamu (serayaan) yang mungkin ada hadir pada saat itu untuk turut di dalam ruang persikapen, selain sebagai bentuk pelayanen kita yang harus saling melayani, juga sebagai momen saling bekenalan (sitandaan) sesama si erdahin Tuhan. Selanjutnya tidak salah jika, pada akhir kebaktian diberikan kesempatan untuk memperkenalkan diri kepada jemaat sang tamu tersebut tentunya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

Terakhir yang dapat kami amati, kondisi GBKP Guru Benua masih dalam tahap Pembangunan, Gedung yang lama telah di tutupi oleh Gedung baru yang belum selesai secara keseluruhan. GBKP Runggun Peceren memiliki ciri tersendiri (menurut kami), dengan posisi Mimbar Pelayan Firman yang menggantung, tetapi mungkin karena belum terbiasa, dari posisi jemaat cukup “ngalah” melihat ke atas karena mungkin jarak nya cukup dekat. GBKP Runggun Tanjung Morawa Kiri, kami melihat sedang membangun pagar gereja dan beberapa kali kami sempat mengikuti kebaktian di sana, cukup antusias jemaat meberian kontribusi berupa persembahan untuk pembangunan tersebut. GBKP Runggun Doulu, mempunyai kenangan tersendiri, posisi gedung Gereja tidak jauh dari jalan raya, dan mempunyai elevasi (ketinggian) cukup besar dari posisi jalan, mudah-mudahan tidak terlalu terganggu dengan lalu-lalang lalu lintas.

Sampai sedemikian jauh yang dapat kami sampaikan tentunya ini adalah hasil pengamatan kami, dan segala kebaikan datanganya dari Tuhan Yesus saja, dan kekurangan datang dari ke –manusiaan kami sendiri.

Dibata gelah simasu-masu  kita. Bujur man Dibata, bujur man banta kerina.

Tabi ras Mejuah-juah,

Mascottaria Purba
mascottaria[at]yahoo[dot]com
https://infogbkp.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: